Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Hujan Darah, Burung Dan Katak Sudah Ada Dalam Al Quran

/ On : 11:01 PM/ Thank you for visiting my small blog here. If you wanted to discuss or have the question around this article, please contact me e-mail at herdiansyah hamzah@yahoo.com.
Meski sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, fenomena hujan berwarna  merah kembali ramai dibicarakan. Di India, para penduduk lokal daerah  Kerala menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah  seperti darah. Mereka melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang  yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.

Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh ilmuwan  independen, Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma  Gandhi. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air  adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab. Di Universitas  Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright  mengkonfirmasi bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini  dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur  sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.

Sedangkan hujan hewan terjadi pada Juni 2009 di Jepang. Hewan ini  memiliki panjang dengan diameter 5 cm berbentuk seperti ikan dan kodok,  sejauh ini tidak ada yang dapat menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi.  Beberapa orang menyebutkan ini merupakan fenomena langka yang pernah  terjadi yang diakibatkan perubahan cuaca yang tidak menentu di negara  sakura ini. Bagian meteorologi Jepang juga tidak dapat menjelaskan apa  penyebab terjadinya hal tersebut.

Beberapa orang yang seperti menuhankan ilmu pengetahuan menyebutnya sebagai fenomena alam. Istilah agama menyebutnya sunnatullah

Saya tidak menolak adanya proses alam, karena hal itu sesuatu yang  natural dan sudah menjadi ketetapan-Nya. Tapi terkadang, kita melupakan  sumber segala sebab musabab dan sumber segala sesuatu, yakni Allah swt,  Tuhan Semesta Alam. Apa yang hendak ditampakkan adalah Kekuasaan-Nya  Yang Maha Tunggal. Agar kita, manusia, tidak lagi sombong dengan  menuhankan segala ilmu pengetahuan alam dan melupakan adanya Pencipta  Alam.

Alquran dan Injil mengisahkan tentang kesombongan Firaun dan kaumnya.  Jika diberi kebaikan dan kemakmuran dari Tuhan, mereka berkata, “Inilah  usaha kami.” Manusia zaman sekarang juga ada yang seperti ini, ketika  sukses mereka berkata, “Ya, karena usaha saya, saya ini berhasil.” Jika  ditimpa kesusahan, kaum Firaun melemparkan sebab kesialan itu kepada  Musa dan pengikutnya. (QS. 7: 131)

Seolah menantang dan keras kepala, pengikut Firaun berkata,  “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir  kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman  kepadamu.” (QS. 7: 132). Firaun dan pengikutnya yang masih ada hingga  sekarang ini meledek bahwa bukti kekuasaan Tuhan yang disampaikan  melalui Musa (Moses) dan Harun (Aaron) as. itu sebagai sihir.

“Maka Kami kirimkan kepada mereka topan (thûfân), belalang, kutu, katak  dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan  diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” (QS. 7: 133)

Jadi, apa yang terjadi di zaman sekarang bukanlah sesuatu fenomena baru  dan menganehkan. Zaman dahulu, sebagai bukti bagi orang yang ingkar  kepada Tuhan, Allah sudah tampakkan kuasa-Nya. Dan satu hal yang pasti,  yakni hal tersebut hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang bukan  sekedar berakal tetapi yang betul betul mampergunakan akalnya itu.

0 comments:

Advertise

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Blog Archieve